Optimis atau Pesimis

Baca: Amsal 18:14 (Proverbs 18:14)

 

Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya,

tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah (Amsal 18:14).

 

  Dua buah timba bertemu di dekat sebuah sumur. Timba pertama terlihat murung. Melihat hal itu timba kedua bertanya, “Ada masalah apa, kamu terlihat murung sekali?” “Aku lelah sekali,” kata timba pertama. “Bayangkan, meskipun aku sudah terisi penuh, aku selalu kembali ke sini kosong.” Mendengar penjelasan timba pertama itu timba kedua tak kuasa menahan tawanya, maka dia pun tertawa terbahak-bahak. Timba pertama agak tersinggung dan merasa disepelekan. Katanya,  “Mengapa kamu menertawakan ceritaku?” Timba kedua menjawab, “Maaf, kawan, jangan merasa tersinggung dulu. Mengapa harus sedih? Aku selalu berpikir sebaliknya, bahwa aku ke sini kosong dan pergi penuh. Kalau kamu selalu berpikir seperti itu aku yakin kamu akan menjadi gembira sepertiku.”

  Betul juga bukan? Persoalannya terletak pada sudut pandang. Seperti ketika kita diminta mendiskripsikan gelas yang berisi air setengahnya, akankah kita katakan airnya tinggal separo atau masih separo? Orang optimis akan mengatakan “Airnya masih separo gelas” sementara yang pesismis akan berkata, “Airnya tinggal separo gelas”. Demikian pula ketika melihar setangkai bunga mawar dengan duri-durinya. Orang pesimis akan mengatakan “satu bunga kok durinya banyak”. Sementara yang optimis akan mengatakan “Untung di antara banyak duri itu masih ada bunganya”. Orang pesimis juga akan mengatakan bahwa masalah menghancurkan, sementara yang optimis mengatakan masalah bisa menguatkan.

  Saya cukup sering mendengar orang berkata, “Setiap kali mendapat uang ada saja keperluannya. Baru saja dapat rejeki ini sudah dilahap kebutuhan itu. Capek deh.” Padahal situasi seperti ini bisa dipandang dari sudut yang berbeda dengan mengatakan, “Untunglah setiap kali ada keperluan, Tuhan memberi rejeki.” Sekali lagi persoalannya tinggal bagaimana kita memandang sesuatu, dari sudut optimis atau pesimis.

  Apakah Anda sedang bermasalah berat saat ini? Coba ubahlah cara pandang Anda, niscaya Anda tidak akan mengasihani diri sendiri dan tidak menganggap diri paling menderita di dunia. Benarlah kata Penulis Amsal, orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah (Amsal 18:14). —Liana Poedjihastuti

 

A pessimist sees the difficulty in every opportunity; an optimist sees

the opportunity in every difficulty. —Winston Churchill

 

Add comment

Berikan komentar yang membangun untuk menjadikan dunia yang kita tinggali bersama ini menjadi semakin baik untuk Kemuliaan Nama Nya


Security code
Refresh